Simpang Empat – Humas, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Pasaman Barat melaksanakan upacara bendera dalam rangaka Peringatan Hari Guru Nasional 2025, (25/11/2025). Upacara berlangsung dengean khidmat dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan serta mahasiswa PPL UIN Imam Bonjol Padang.
Kepala MAN 5 Pasaman Barat, Ibu Yelliza Gusti, S.Pd., M.Pd bertindak sebagai pembina upacara serta guru dan pegawai sebagai pelaksana upacara.
Upacara dibuka oleh pembawa acara Ibu Difaul Hafiya, S.Pd.I, serta laporan oleh Komanda upacara Bapak Rahmad Daniel, S.Pd.I dilanjutkan penaikan bendera merah putih oleh pasukan 9 oleh guru MAN 5 Pasaman Barat dan mahasiswa PPL UIN Imam Bonjol Padang, selanjutnya pembacaan pancasila oleh pembina upacara dengan ajuadan Bapak Arohto Andrisko, pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh ibu Riri Syamzani, M.Pd dan ikrar guru oleh ibu Dewi Andriani, S.Pd.I, selanjutnya menyanyikan lagu Hymne guru dan terima kasih guruku oleh gabungan guru dan siswa dengan dirigen Ibu Yulestri Helvida, S.Pd.I., M.A dan Keyboard Bapak Demsi, S.Pd.
Selanjutnya Kepala MAN 5 Pasaman Barat menyampaikan Amanat Menteri Agama RI Bapak Prof. Dr. K.H Nasaruddin Umar, MA. Dalam Amanat tersebut dibacakan ”Guru adalah pilar utama pembangunan pendidikan. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh sistem pendidikan yang tanggung jawab besarnya berada di pundak guru”.
“Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, kita menyadari bahwa peran guru tidak dapat digantikan. Pendidikan bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi pembentukan karakter, akhlak, serta budi pekerti. Hanya manusia terdidik yang dapat mendidik manusia. Guru adalah profesi yang melahirkan profesi-profesi lain. Dari ruang kelas dan bimbingan guru, lahir dokter, ulama, dosen, pemimpin masyarakat, negarawan, serta generasi penerus bangsa di masa depan” Kata Ibu Yelliza Gusti membacakan amanat tersebut.
“Tema Hari Guru Nasional Tahun 2025 di lingkungan Kementerian Agama ialah “Merawat Semesta Dengan Cinta.” Tema ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama, yang menekankan pentingnya ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta. Guru tidak hanya dituntut mengajarkan ilmu, tetapi juga menumbuhkan kesadaran mencintai sesama dan menjaga lingkungan. Pendidikan yang berlandaskan cinta akan melahirkan generasi yang berkarakter, welas asih, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi”. Lanjut Ibu Yelliza Gusti, S.Pd., M.Pd. dalam amanat tersebut.
“Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2025 khususnya untuk guru MAN 5 Pasaman Barat” tutup beliau.
Upacara ditutup dengan pembacaan do’a oleh Tohar Siregar dan dilanjutkan dengan acara menarik lainnya seperti pelepasan balon Hari Guru Nasional dirancang oleh MPK/OSIM dan dilepaskan oleh Kepala Madrasah, pengumuman reward kepada GTK dengan berbagai kategori, penampilan tari masal oleh sanggar tari, penampilan grup band guru dan grup band siswa serta penampilan bakat siswa kelas XI dan XII. (MFA)
Dokumentasi:

-500x375.webp)