Simpang Empat, Humas – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Pasaman Barat mengelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tanggal 01 Juni. Upacara dilaksanakan pada senin pagi (01/06/2026) dihalaman madrasah dengan penuh khidmat, kegiatan ini diikuti oleh guru, tenaga kependidikan dan murid MAN 5 Pasaman Barat.
Upacara dimulai pukul 07.00 WIB, Kepala MAN 5 Pasaman Barat Ibu Yelliza Gusti, S.Pd., M.pd bertindak sebagai pembina upacara. Dalam kesempatan tersebut, beliau membacakan Pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) , Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. yang resmi ditetapkan sebagai Pidato Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
Hari Lahir Pancasila mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" tema ini dipilih untuk menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila di dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat.
Kepala MAN 5 Pasaman Barat Ibu Yelliza Gusti, S.Pd., M.Pd dalam amanatnya membacakan Pidato Kepala BPIP RI Dalam Pidato tersebut. Kepala BPIP RI menegaskan bahwa Pancasila adalah "bintang penuntun" yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah "jangkar moral" kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.
“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai. tutupnya.
Setelah pembacaan amanat dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Garuda Pancasila dan ditutup dengan do’a.
Upacara berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat nasionalisme. Seluruh peserta upacara menunjukkan kedisiplinan dan rasa hormat terhadap nilai-nilai luhur Pancasila yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.
Upacara ini tidak hanya sekedar penghormatan terhadap sejarah lahirnya pancasila, tetapi menjadi momentum untuk memperkokoh ideologi pancasila di hati seluruh warga madrasah. (MFA)

-900x815.webp)